Sabtu, 10 September 2011

ahadkoe

Menapaki hari
Tanpa kata ku awali
Semua terasa mati
Hampa rasa hati
Hanya diam yang terjadi
Mungkinkah semua  menjadi nyata
Menjadikan semua indah dimata
Tanpa angan yang tersisa
Ku tak sanggup menemani malam
Jika bulan redup padam
Tak mungkin ku dapati purnama
Seperti kala itu ada

sabtukoe

Ku tak mungkin menemani selamanya,
Membuat lukisan kehidupan dilangit,
Mewarnai dengan merah dan biru,
Menerangi dengan lampu keyakinan.
Aku lelah dengan malam,
Kau hanya datan di saat gelap,
Tapi, hari tidak selamanya malam ????
Kemana engkau disaat gelap???
Redupmu adalah lelahku
Sirnamu adalah matiku
Hilang makna sebuah cerita
Semua hanya fatamorgana
Lukisan itu tidak ada di waktu siang
Jangan pedulikan lagi aku
Mungkin aku alpa tanpa kata
Itulah jawaban dari akhir sang pemuja

senenkoe

Ya Rabb...
begitu besa kuasaMU
begitu dekat kasihMU
hingga kau jamah hamba dengan sayangMU
ku nikmati sakit ini dengan sabar
ku jalani lara ini dengan senyum
terima kasih ya Rabb..
Kau coba lagi kesabaranku saat ini
hamba ikhlas
demi iman yang tak akan pernah lepas